Brian Notodihardjo @bryantbrian, Bicara Tentang Musik hingga Tips Outfit Favoritnya

Belum lama ini Tersier berkesempatan melakukan interview eksklusif dengan Brian Notodihardjo atau yang lebih dikenal dengan @bryantbrian, seorang model dan influencer sekaligus brand assortment dan social media manager untuk Liberate Obdurate Contentious aka L.O.C.

 

Dalam kesempatan kali ini, Brian Notodihardjo akan mendiskusikan banyak hal mulai dari berbagi cerita tentang awal mula ia terjun ke dunia fashion, kecintaannya terhadap musik hingga tips berpakaian yang baik. Berikut ini adalah interview eksklusif Tersier bersama Brian.

 

 

Interview Eksklusif dengan
Brian Notodihardjo @bryantbrian

 

 

Halo, Brian! Coba ceritakan sedikit siapa itu Brian Notodihardjo aka @bryantbrian.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

Yoo! What’s good Tersier? I’m Brian Notodihardjo aka @bryantbrian from East Jakarta agak melipir sedikit. Gue adalah brand assortment & social media manager untuk Liberate Obdurate Contentious aka L.O.C

 

 


 

 

Sejak kapan lo mulai terjun ke dunia fashion dan bagaimana awal mula ceritanya?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

Semua berawal dari musik dan sneakers. Gue suka banget lagu Air Force Ones yang dibawakan oleh Nelly. Lagu inilah yang membuat gue juga suka dengan sneakers Nike Air Force 1. Saking sukanya dengan model ini, dulu gue sampai beli Nike Air Force 1 Hi Black/White dari kakak sepupu gue dan itu adalah sneakers pertama yang gue punya.

 

Lama kelamaan gue lebih mendalami lagi soal musik, terutama hiphop dan RnB. Bisa dibilang dua genre itu punya style yang keren banget dan jadi tren pada awal tahun 2000. Dari situlah gue mulai mengkoleksi varsity jacket, new era cap dan sneakers yang cocok dengan style gue.

 

Outfit andalan gue saat itu adalah fubu jeans dengan ukuran 38 yang sangat baggy untuk bawahan, polo shirt atau jersey baseball tim NFL untuk atasan dan Nike Air Force 1 Hi untuk sneakers, pokoknya hip hop banget deh. Namun seiring berjalannya waktu, gaya berpakaian gue sekarang lebih minimalis. Intinya sih simpel, cozy, enak diliat dan yang pasti gak norak.

 

 


 

 

Menurut lo bagaimana kultur streetwear di Jakarta saat ini? Coba jelaskan bagaimana tipikal style anak Jakarta.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

Gue dari Jakarta Timur coret tepatnya di Kalimalang dan dulu gue kuliah di daerah Semanggi. Anak-anak di kampus gue pada saat itu keren-keren banget dengan gaya mereka yang simpel. Dulu sekitar tahun 2003-2008, cuma pakai jeans, flannel dan new era cap tuh udah keren banget, clean look! Hanya dengan gaya itu lo sudah bisa ngeceng dimana-mana. Berbeda dengan gaya sekarang ini, sangat berbeda.

 

Untuk sekarang, style di Jakarta menurut pendapat pribadi gue sih sucks, overrated, overkill, semua jadi kemakan brand. Akan sangat menyebalkan ketika semua orang berpakaian sama dan bergaya selaras. Padahal jaman dulu (sorry, gue tua banget, I’m kinda old skool), kita pasti males banget ketemuan sama orang dengan pakaian yang sama. Kalau sebelumnya orang-orang mementingkan personality dalam berpakaian, sekarang kebanyakan orang lebih mementingkan brand dan harganya. Too much hypebeast. Banyak orang tidak bisa menghabiskan uang mereka ke hal yang simpel, enak dilihat dan nyaman dipakai. Mereka tidak menjadi diri mereka sendiri, dengan menggunakan pakaian yang sebenernya tidak pantas atau tidak enak dilihat. Sebenarnya lo tidak perlu menggunakan brand mahal untuk memikat seseorang.

 

Memang, tidak semua orang bergaya seperti itu. Masih banyak orang berpakaian yang enak dilihat walaupun hanya menggunakan slim jeans with good sneakers, good t-shirt, nice totebag, flannel shirt atau bucket hat. Menurut gue style seperti itu masih oke banget. Beberapa teman-teman gue untungnya masih keren-keren banget dengan style yang sederhana. Gue merasa terinfluence mereka juga dan style mereka bisa gue copy paste. Gue merasa sangat beruntung.

 

 


 

 

Apa saja brand atau barang favorit yang lo punya dan lo pakai sehari-hari?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

Kalau dilihat-lihat di sekeliling kamar gue saat ini sih kebanyakan isinya hoodie, vintage jacket, track suit dan varsity jacket. Untuk brand yang gue pakai sehari hari sih biasanya cargo pants dari Liberate Obdurate Contentious dan All Futures. Sixteen Denim Scale dan Denim by Vanquish & Fragment untuk jeans. Kalau untuk tas gue biasanya pakai Porter, Chrome Industries dan Life Behind Bars. Untuk brand favorit gue sih kebanyakan brand lokal, diantaranya Dominate, Paradise Youth Club, Surplus Goods Co dan Influencial Syndicate. Kalau brand luarnya sih WTAPS dan Carhartt. Suatu saat kita bertemu pasti ada salah satu dari merek yg gue sebut tadi nempet di badan gue.

 

 


 

 

Brand apa yang paling lo tidak suka saat ini dan apa alasannya?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

Supreme, Off-White, A Bathing Ape. Kenapa? Sucks, overrated. Untuk A Bathing Ape, gue lebih suka sebelum brand ini dijual Nigo ke I.T Group. Gue bahkan punya A Bathing Ape Men Manhunt Shoes dengan sol ripple. Sepatu ini sangat clean, basic tapi cool.  Menurut gue sekarang itu yang penting branded, harganya mahal, lo pakai itu semua dari atas sampai bawah dan lo stuntin. Ya jatohnya sih jadi norak. Semua itu tergantung orang yang pakainya, kalau memang lo gak cocok dan gak enak dilihat orang lain pakai itu ya jangan dipaksakan.

 

 


 

 

Kenapa lo lebih memilih untuk koleksi vintage jacket dibanding produk streetwear yang belakangan ini sedang hype?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

Ini pertanyaan yang paling gue suka. Selama ini banyak yang gak tau gimana cool-nya vintage jacket itu. Baguslah, saat ini semua orang lebih memilih hype brand yang overrated dan gue akan tetap dengan koleksi vintage.

 

Vintage itu timeless, lo mau pakai kapan pun tuh masih catchy, simpel dan basic. Mau dipakai sehari-hari pun masih oke banget. Gue sangat suka desainnya yang menarik dan warnanya yang berani. Walaupun belakangan ini beberama brand streetwear merilis produk bergaya vintage, tapi feels saat memakainya tuh beda. Itulah mengapa gue lebih memilih vintage jacket dibanding streetwear saat ini, timeless!

 

Beberapa koleksi vintage gue juga sebenernya rilisan dari brand ternama, diantaranya ada Polo Bear by Ralph Lauren, Tommy Hilfiger, Nike, Champion sampai Guess pun ada. Gue punya sekitar 100 vintage jacket, ini yang bikin kamar gue terlihat kaya gudang. Silakan dateng ke rumah gue, lo bisa lihat-lihat dan foto koleksi gue.

 

 


 

 

Pernah merasa kesulitan dalam memadukan style yang lo suka dengan style seseorang yang menjadi ‘influencer’ buat lo?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

Semua orang pasti punya sosok idola yang mempengaruhi dirinya, gue pun begitu. Orang-orang yang menjadi idola gue kebetulan memiliki style yang pas juga buat gue. Jadi gue bisa mix style mereka dengan style yang gue suka.

 

Salah satu contoh gaya berpakaian yang gue mix dengan style gue sendiri adalah tanker pouch. Gue sering banget pakai pouch. Style ini terinspirasi dari Pharrell William yang juga sering pakai pouch. Saat pertama kali lihat Pharrell dengan pouch-nya, terbesit dalam benak gue “Shit, Ini keren banget dan sangat simpel! Sebuah inovasi dalam berpakaian pengganti dompet”.

 

Selain Pharell, ada Kanye West. Gue bahkan tau Polo Bear by Ralph Lauren karena Kanye. Dulu dia keren banget tapi sekarang (sorry to say) menurut gue dia katro. Semua hal yang dulu keren pada saat itu, kini sudah semakin dilupakan.

 

Gue tidak membedakan taste dari orang yang menjadi idola gue dengan taste yang gue miliki. Gue juga tidak ingin menjadi seperti mereka sepenuhnya dan gue lebih memilih untuk hanya terpengaruh hal-hal yang cocok dengan selera gue, supaya tidak terkesan norak.

 

 


 

 

Apa pendapat lo tentang menjadi seorang influencer bagi banyak orang?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

Sebenarnya gue tidak pernah merasa diri gue adalah seorang influencer atau content creator, namun banyak orang yang menganggap gue seperti itu.

 

Terima kasih banyak untuk mereka yang sudah menganggap gue adalah seorang influencer. Sebenarnya gue hanya menjalani hidup gue seperti biasa and just for fun. Beberapa kali gue sharing ilmu dan berbagi inspirasi, tapi gue gak pernah tau kalau ternyata banyak orang yang terpengaruh dengan gue.

 

Ketika lo menganggap diri lo sebagai influencer, fotografer, content creator, atau apapun itu di sosial media, itu sudah menjadi sebuah pekerjaan yang harus lo lakukan untuk orang banyak. Tentunya lo harus benar-benar expert dalam bidang itu. Sedangkan gue akan merasa sedikit terbebani jika gue menaggap diri gue sebagai influencer di sosial media. Lagi pula gue selama ini gue hanya melakukan apa yang gue suka.

 

Sneakers, music, holiday and thanks god for all this stuff.

 

 


 

 

Internet adalah tempat yang cukup ganas. Apa pendapat lo tentang orang yang saling menyebar kebencian di sosial media?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

Menurut apa yang gue lihat di sosial media saat ini, gue belum pernah menemukan orang yang benar-benar benci gue. Terkadang beda pendapat itu hal biasa sih tapi sejauh belum ada yang menebar kebencian terhadap gue. Tapi kalaupun emang ada, gue tidak terlalu menanggapi itu, semua orang punya hak untuk tidak suka orang lain, jadi ya silakan.

 

Ya begitulah, untungnya sejauh ini belum ada. Oh ya, kita tidak pernah tau kalau mungkin ada musuh dalam selimut, atau backstabber. Lagi-lagi, kalau pun ada juga gue tidak terlalu menanggapi itu, di-yoweskan saja. Ini internet, ya suka tidak suka. Kalo tidak suka ya shut down your internet!

 

 


 

 

Let’s talk about music. Lo punya banyak playlist di Spotify. Musik seperti apa yang lo suka?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

 

Musik. Gue cinta banget sama musik. Sebelum fashion, musik yang memukul gue sangat keras. Gue menikmati musik dari early 1990s sampai late 2000s, dari music old-school music sampai new-school music. Gue bahkan sempat bernyanyi dan bikin band. Musisi yang sangat menginspirasi gue dalam bernyanyi adalah Stevie Wonder dan Michael Jackson.

 

Oke, kita bahas musisi favorit gue. Mulai dari early 1990s itu eranya boyband. I love boyband. Boyband favorit gue di era itu ada Backstreet Boys, Westlife, Boyzone, Take That, ’N Sync, New Kids on The Block, Boyz II Men dan masih banyak lagi. Masuk ke era early 2000s, gue mulai mendalami RnB dan Hiphop yang pada saat itu sedang keren banget. Musisi favorit gue di era itu ada Nelly, Chris Brown, 50 Cent, Dr. Dre, Snoop Dogg, Eminem, Ice Cube, Public Enemy, Wu-Tang Clan, Talib Kweli, Pharrell Williams, Alicia Keys, John Legend, duh kalau bicara soal ini tidak ada habisnya sih.

 

Jadi, kalau ditanya what kind of music are you listening to? Gue bakal jawab gue suka banget black music. Im so really really into the black music. Seiring dengan berjalannya waktu, akhir-akhir ini gue juga mulai suka new school music dan lofi music juga. Silakan dengerin playlist gue di bryantbrian17 di Spotify.

 

Tidak hanya musisi luar, gue juga suka musisi dalam negeri, seperti Teddy Aditya, Rendy Pandugo, Ran, Onar, Ariel Nayaka dan masih banyak lagi. Kalau bahas soal musik, sepertinya tidak akan ada habisnya. Mungkin selanjutnya kita harus bikin interview lagi, khusus untuk bahas soal musik lebih dalam lagi.

 

 


 

 

Seberapa banyak koleksi sneakers yang lo punya? Apa sneakers favorit lo?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

Bicara soal sneakers, ada 1 sneakers grail yang masuk ke wishlist gue. Nike Air Uptempo. Kenapa? Karena ini adalah sneakers kedua gue. Dulu gue sempat punya Uptempo dibelikan oleh orang tua gue di Pasaraya Blok M. Sampai saat ini gue belum beli lagi karena gue lebih fokus ke sneakers basic yang simple dan cocok untuk dipakai sehari-hari.

 

Kalau ditanya seberapa banyak koleksi sneakers gue sih jawabannya tidak banyak. Tidak sebanyak koleksi milik sneakerhead diluar sana. Beberapa sneakers pun sudah gue jual karena jarang gue pakai. Yah kalau dihitung-hitung sekarang sisa sekitar 20 pasang.

 

Untuk sneakers favorit gue saat ini sih.. Duh, banyak banget yang gue suka. Gue tidak terlalu deep into the brand sih, semua brand gue suka. Kalau Nike gue suka Air Max1/97 Sean Wotherspoon yang gue dapat dari raffle. Untuk Puma gue suka hasil kolaborasi dengan Michael Lau, Sonic dan Santa Cruz. Kalau adidas gue suka Gazelle dan Stan Smith. Untuk Vans sih jelas Vans x WTAPS, karena brand itu dari Jepang dan gue suka banget style-nya, bisa dibilang ini sneakers favorit gue dari semuanya.

 

Oh ya, jangan lupakan Air Jordan. Gue suka banget Jordan dan Jordan akan menghantui lo kalau lo belum punya. Dulu gue pernah beli Air Jordan di Pasaraya Blok M sekitar tahun 1996, kurang lebih saat gue masih kelas 6 SD. Itu sepatu Jordan pertama gue yang gue beli seharga IDR 550.000. Harga yang cukup mahal pada saat itu, gue bahkan hampir di toyor sama orang tua gue hahaha.

 

 


 

 

Pertanyaan terakhir, sebutkan 5 Tips Berpakaian yang baik menurut lo.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Brian Notodihardjo (@bryantbrian) on

 

1. Pastikan lo nyaman dengan apa yang lo pakai, sesuaikan dengan postur tubuh lo juga ya
2. Pakai pakaian yang simpel dan cocok
3. Perhatikan pemilihan warna pakaian
4. Wearing a good sneakers, sesuaikan dengan pakaian apa yang lo pakai
5. Gunakan outerwear yang oke untuk memaksimalkan outfit

 

Intinya sih yang penting nyaman, basic dan simpel, tidak perlu branded dan pemilihan warnanya tepat. Be comfort, simple and basic.

 


 

Terima kasih banyak Brian atas waktunya. Sebuah inteview yang sangat inspiratif untuk pembaca kami.

 

You’re welcome! And with that, I just have two more words to say — Brian out!

Written by

Primary source for your tertiary needs.