Bill Satya Bicara Tentang Kisahnya Mengembangkan Passion dalam Fotografi

Bill Satya adalah salah satu street photographer paling berpengaruh di Indonesia saat ini. Tidak hanya dikenal dengan ketajaman instingnya dalam mengabadikan momen, tetapi juga kesediaannya untuk berinteraksi dan berbagi ilmu dengan para penikmat karyanya. Selain menekuni street photography, Bill bersama studio creative visual production miliknya, Whitewood Visual, juga menjadi seorang commercial photographer yang populer akan karyanya dengan beberapa artis, musisi, hingga brand besar seperti adidas Indonesia.

Fotografer asal Jakarta ini berhasil menuangkan karakternya yang berani dan dinamis ke dalam karyanya. Tidak heran jika ia dinobatkan sebagai salah satu official representative photographer dari Fujifilm Indonesia. Lewat karya-karyanya, Bill dapat mendorong orang untuk membawa kamera mereka dan turun ke jalanan meskipun waktu menunjukan pukul 6 pagi, di hari Minggu.

Kali ini, Bill Satya akan mendiskusikan banyak hal, mulai dari berbagi cerita tentang awal mula ia terjun ke dunia fotografi, gear yang ia pakai hingga tips fotografi. Berikut ini adalah interview eksklusif Tersier bersama Bill Satya.

 

 

Interview Eksklusif dengan
Bill Satya

 

 

Halo, Bill! Ceritakan sedikit dong siapa itu Bill Satya Pratama

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bill Satya (@billsatya) on

 

Hi! Gue Bill Satya Pratama. Gue lahir di Jakarta, besar di Cirebon dan kini gue kembali tinggal di Jakarta. Pekerjaan gue saat ini adalah full time photographer dan gue juga punya visual production sendiri yaitu Whitewood Visual.

 

 


 

 

Sejak kapan lo mulai terjun ke dunia fotografi? Bagaimana awal mula ceritanya?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bill Satya (@billsatya) on

 

Sebelum gue tertarik dengan fotografi, gue lebih dulu menekuni desain grafis. Saat gue SMA, gue sudah jadi desainer untuk baju kelas, apparel, dll.

Suatu hari ada teman gue yang baru beli kamera, dia meminjamkan kameranya dan memotifasi gue untuk belajar fotografi, dari situ gue mulai rajin ngulik dan belajar ilmu dasar fotografi. Diawali dari motret di pensi sekolah dan event-event yang ada, akhirnya gue merasa fotografi itu seru karena gue bisa menjadi lebih dinamis dan bisa kenal banyak orang baru.

Seiring berjalannya waktu, gue terus mendalami ilmu fotografi, namun sayangnya ada kendala dan keterbatasan yang harus gue hadapi, yaitu gue gak punya kamera atau modal untuk beli kamera. Gue pun menantang diri untuk menjadikan hobi yang gue tekuni ini bisa menghasilkan uang. Akhirnya gue nekat iseng-iseng membuka jasa photoshoot dengan bermodalkan kamera pinjaman. Hasilnya pun diluar ekspektasi gue, seminggu gue bisa motret 4 kali! Gue membulatkan tekad gue untuk terus jalanin proyek iseng-iseng gue ini sampai gue bisa nabung dan beli kamera pertama gue. Saat itu kamera pertama yang gue beli cuma kamera biasa seharga 2 jutaan, itu juga gue belinya nyicil hahaha.

 

 


 

 

Jadi, fotografi sebenarnya bukan cita-cita lo ya? Bisa dibilang ini adalah hobi yang kini menjadi profesi utama lo, betul?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bill Satya (@billsatya) on

 

Yes! Semua berawal dari hobi. Seperti yang sebelumnya gue ceritakan, gue menantang diri gue untuk bisa menjadikan hobi gue ini menghasilkan. Dari sebuah keterbatasan dan tantangan itu lah yang membawa gue menjadi seperti saat ini.

 

 


 

 

Apa pendapat lo tentang industri kreatif khususnya di bidang fotografi saat ini?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bill Satya (@billsatya) on

 

Menurut gue industri kreatif saat ini sudah sangat berkembang pesat. Setiap hari pasti ada hal kreatif baru yang harus kita pelajari agar kita dapat bersaing dan tidak ketinggalan zaman. Berbagai talenta baru pun semakin bermunculan dalam industri ini karena adanya sosial media. 

 

 


 

 

Siapa sosok yang sangat menginspirasi lo dalam fotografi?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bill Satya (@billsatya) on

 

Dave hill! Dia adalah salah satu fotografer yang gue suka dari sejak gue baru belajar fotografi. Gue sangat suka dengan karya-karyanya terutama foto komersilnya. Dia adalah salah satu fotografer yang menginspirasi gue dalam berkarya hingga saat ini.

 

 


 

 

Setiap orang memiliki style yang berbeda dalam fotografi. Bagaimana cara lo mengembangkan style personal lo dalam fotografi?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bill Satya (@billsatya) on

 

Explore, explore dan explore! Jangan pernah berhenti belajar, semua akan berkembang karena adanya proses pembelajaran. Gue adalah orang yang sangat menghargai dan menikmati sebuah proses. Dari sebuah proses, kita dapat mengetahui karakter dan style apa yang cocok untuk kita. Sebuah proses juga dapat membuat kita semakin pandai dalam menyelesaikan masalah ketika dihadapkan dengan situasi yang tak terduka dalam memotret.

 

 


 

 

Bagaimana menyeimbangkan style yang lo miliki dengan apa yang diinginkan oleh klien?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bill Satya (@billsatya) on

 

Gue akan menggabungkan keduanya ke dalam satu frame. Ketika kita sudah mengetahui karakter kita sendiri, kita akan lebih mudah memadukan style yang kita punya dengan guide pekerjaan yang akan kita kerjakan. Sebaiknya, sebelum kita memotret kita harus menjelaskan konsep yang kita miliki kepada brand agar dapat menghasilkan foto dengan idealisme yang kita punya, namun tetap sesuai dengan guide line yang diberikan oleh brand.

 

 


 

 

Sebutkan tiga tips fotografi ala Bill Satya.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bill Satya (@billsatya) on

 

Pertama, pelajari ilmu dasar fotografi. Kita harus menguasai semua ilmu dasar fotografi beserta fungsi dari gear yang akan kita gunakan. Kenapa? Tanpa menguasai ilmu dasar fotografi, kita akan kehilahan momen berharga karena terlalu sibuk mengatur settingan yang tepat pada kamera kita.

Kedua, komunikasi. Foto akan lebih bermakna jika foto yang kita buat dapat berkomunikasi. Sebagai contoh, ketika gue sedang menjelajahi Jakarta dan menemukan seseorang yang menarik untuk gue abadikan momennya dalam bentuk foto, gue akan membuat foto ini dapat menceritakan sosok tersebut. Biasanya, setelah gue mendapat momen yang tepat untuk foto, gue pribadi akan melakukan pendekatan dengan beliau. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kisah lebih dalam, sehingga informasi dari foto tersebut akan lebih beragam.

Ketiga, proses editing hanya lah pemanis. Sebaiknya usahakan ketika memotret, setidaknya kita sudah punya gambaran kasar akan dibuat seperti apa foto kita nantinya. Gue pribadi hanya mengedit seperlunya foto yang gue hasilkan untuk tetap menjaga keaslian setiap unsur dalam foto.

 

 


 

 

Apa saja gear yang saat ini lo gunakan untuk memotret?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bill Satya (@billsatya) on

 

Saat ini gue menggunakan Fujifilm XT-3 dengan lensa Fujinon Lens XF16-55mm F2.8 R LM WR dan Fujinon Lens XF56mmF1.2 R APD.

 

Beli Fujifilm X-3T Body

 

Beli XF16-55MM F/2.8 R LM

 

Beli XF56mm F/1.2 R APD

 

 


 

 

Siapa model, brand, atau fotografer lainnya yang ingin lo ajak untuk berkolaborasi?

 

 

View this post on Instagram

 

Hasil produktif hari ini bersama @whitewoodvisual 😄✌🏼 #adidasindonesia

A post shared by Bill Satya (@billsatya) on

 

Gue mau banget motret Adrianne Ho. Kalau untuk brand, tentu aja adidas.

 

 


 

 

Terakhir, apa saran terbaik untuk mengejar passion menjadi sebuah profesi?

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bill Satya (@billsatya) on

 

Kalau lo sudah tau apa passion lo, jalanin saja terus. Selagi memang bikin lo senang, jalanin terus dan nikmatin prosesnya. Karena proses tidak akan mengkhianati hasil. Lewat proses lo akan mengenal lebih jauh siapa diri lo dan apa yang lo suka.

 

 

Post Tags
Share Post